MATERI KULIAH

MAKALAH BAHASA INDONESIA:

TUGAS MATA KULIAH

KONSEP DASAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

“MENULIS PERMULAAN”

Disusun oleh :

Nama                 : NUR LAELI

NIM                   : 0901100006

Fak/Prodi           : FKIP/PGSD S1

Semester           : 1

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2009

KATA  PENGANTAR

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, penyusun sangat bersyukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga panyusun dapat menyelesaikan  makalah Konsep Dasar Bahasa dan Sastra Indonesia ini.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar Bahasa dan Sastra Indonesia, berisi tentang menulis permulaan dan media pembelajaran menulis.

Penyusun berterima kasih sekali pada semua pihak yang telah terlibat dalam pembuatan makalah ini, orang tua, dosen pembimbing, serta teman-teman yang telah memberi banyak dukungan moril maupun materiil.

Penyusun pun  menyadari akan banyaknya kekurangan pada makalah ini, sehingga kritik dan saran yang membangun senantiasa penyusun harapkan dari pembaca sekalian.

Akhirnya, penyusun pun berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita dan orang-orang yang membutuhkan nantinya.

Purwokerto, November 2009

Penyusun

DAFTAR  ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………..

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………..

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar belakang……………………………………………………
  2. Permasalahan…………………………………………………….
  3. Tujuan…………………………………………………………….

BAB II PEMBAHASAN

  1. Menulis…………………………………………………………..
  2. Tujuan  Pembelajaran Menulis di SD……………………………..
  3. Media Pembelajaran………………………………………
  4. Sasaran Media Pembelajaran……………………………………..
  5. Penerapan Media Pembelajaran untuk Siswa SD……………………
  6. Manfaat Media Pembelajaran…………………………………….

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan……………………………………………………….
  2. Kritik dan Saran………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Menulis pada awalnya memang sulit  dilakukan, untuk anak apalagi, menulis memerlukan pembelajaran yang khusus. Untuk belajar menulis, anak harus mengetahui huruf-huruf tulis (alphabet). Huruf tulis itu sebaiknya dikenalkan pada anak setalah anak mamasuki usia sekolah, karena pada dasarnya usia anak yang efisien untuk belajar menulis permulaan adalah usia sekitar 6-7 tahun. Maka sebaiknya kita memperhatikan itu, kita sebaiknya mengenalkan huruf-huruf tulis pada anak setelah anak memasuki usia sekolah.

B.PERMASALAHAN

Anak usia sekolah dasar, khususnya anak pada kelas awal (kelas1 dan kelas2) biasanya akan mengalami banyak kesulitan dalam belajar tulis-menulis. Begitu pula dalam hal membaca, ia akan mengalami berbagai macam masalah. Untuk itu, kita sebagai pendidik atau calon pendidik harus memiliki metode atau cara-cara yang mudah dalam membelajarkan menulis pada anak. Cara-cara itu harus mudah difahami anak ,sehingga anak akan cepat bisa dalam membaca dan menulis. Metode atau cara-cara tersebut dapat berupa pengenalan huruf-huruf terlebih dahulu, baru nantinya anak kita beri arahan untuk bisa merangkai kata.

Mereka banyak yang mengalami kesulitan terutama untuk mengeja/membaca kata kata yang menggunakan konsonan/vokal rangkap (bendera, mengganggu, kerbau).Kesibukan mengeja menghambat kemampuan mereka untuk memahami kalimat/cerita yang dibacanya. Akibat selanjutnya adalah siswa mengalami kesulitan menjawab pertanyaan mengenai isi cerita.

C.TUJUAN

Tujuan makalah Menulis Permulaan ini adalah sebagai berikut :

  1. Agar pembaca mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi  oleh anak-anak didik, yaitu mengenai cara menulis permulaan
  2. Agar pembaca mengetahui tentang bagaimana cara mengajarkan cara menulis yang baik dan benar terhadap anak didiknya
  3. Agar pembaca faham dan dapat manggunakan “metode global” pembelajaran menulis dan membaca

BAB II

PEMBAHASAN

A. Menulis :

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara.

Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno.

Tulisan dengan aksara muncul sekitar 5000 tahun lalu. Orang-orang Sumeria (Irak saat ini) menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Tanda-tanda tersebut mewakili bunyi, berbeda dengan huruf-huruf hieroglif yang mewakili kata-kata atau benda.

Kegiatan menulis berkembang pesat sejak diciptakannya teknik percetakan, yang menyebabkan orang makin giat menulis karena karya mereka mudah diterbitkan.

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara.

Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno.

Tulisan dengan aksara muncul sekitar 5000 tahun lalu. Orang-orang Sumeria (Irak saat ini) menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Tanda-tanda tersebut mewakili bunyi, berbeda dengan huruf-huruf hieroglif yang mewakili kata-kata atau benda.

Kegiatan menulis berkembang pesat sejak diciptakannya teknik percetakan, yang menyebabkan orang makin giat menulis karena karya mereka mudah diterbitkan

B. Tujuan Pembelajaran Menulis di SD :

Tujuan pembelajaran menulis di SD diarahkan pada tercapainya kemampuan mengungkapkan pendapat, ide gagasan, pengalaman, informasi pesan, menggunakan ejaan dan memanfaatkan unsur-unsur kebahasaan karya sastra dalam menulis. Pencapaian tujuan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah media pembelajaran. Media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa dalam menciptakan suasana belajar secara kolaboratif, dan membuat siswa aktif. Sehingga, diharapkan siswa dapat membaca dan menulis secara benar telebih dahulu.

C.Media Pembelajaran :

Ada berbagai media pembelajaran menulis dan membaca bagi siswa permulaan, antara lain: metode eja/bunyi, metode kata lembaga, metode global, dan metode SAS.

Metode eja adalah belajar membaca yang dimulai dari mengeja huruf demi huruf. Pendekatan yang dipakai dalam metode eja adalah pendekatan harfiah. Siswa mulai diperkenalkan dengan lambang-lambang huruf. Pembelajaran metode Eja terdiri dari pengenalan huruf atau abjad A sampai dengan Z dan pengenalan bunyi huruf atau fonem.

Metode kata lembaga didasarkan atas pendekatan kata, yaitu cara memulai mengajarkan membaca dan menulis permulaan dengan menampilkan kata-kata.

Metode global adalah belajar membaca kalimat secara utuh. Adapun pendekatan yang dipakai dalam metode global ini adalah pendekatan kalimat. Selanjutnya, metode SAS didasarkan atas pendekatan cerita.

Namun metode pembelajaran yang penyusun gunakan dalam makalah ini adalah metode membaca global.

Menurut Purwanto (1997:32), “Metode global adalah metode yang melihat segala sesuatu sebagai keseluruhan. Penemu metode ini ialah seorang ahli ilmu jiwa dan ahli pendidikan bangsa Belgia yang bernama Decroly.” Kemudian Depdiknas (2000:6) mendefinisikan bahwa metode global adalah cara belajar membaca kalimat secara utuh. Metode global ini didasarkan pada pendekatan kalimat. Caranya ialah guru mengajarkan membaca dan menulis dengan menampilkan kalimat di bawah gambar. Metode global dapat juga diterapkan dengan kalimat tanpa bantuan gambar. Selanjutnya, siswa menguraikan kalimat menjadi kata, menguraikan kata menjadi suku kata, dan menguraikan suku kata menjadi huruf.

D.Sasaran Media Pembelajaran :

Metode pembelajaran di atas dapat diterapkan pada siswa kelas rendah (I dan II) di sekolah dasar. Dan guru dianjurkan memilih salah satu metode yang cocok dan sesuai untuk diterapkan pada siswa.

E. Penerapan Media Pembelajaran untuk Siswa SD :

Belajar menulis dan membaca permulaan, sebaiknya dilakukan melalui gambar-gambar dengan kata-kata sederhana (meja, topi kuda).

Anak sebaiknya belajar membaca kata-kata secara utuh yang bermakna bukan huruf demi huruf. Setelah dapat membaca secara utuh, anak belajar membaca suku kata, dan kalau perlu huruf huruf, bukan dibalik, belajar huruf dulu.

Dengan kata lain, belajar membaca dan menulis permulaan paling bagus dikembangkan dalam konteks dan menggunakan kata kata siswa sendiri, bukan melalui kata-kata lepas atau kalimat yang dibuat guru atau mengutip dari buku.

Langkah-langkah penerapan metode global adalah sebagai berikut:

1) Siswa membaca kalimat dengan bantuan gambar. Jika sudah lancar, siswa membaca tanpa bantuan gambar, misalnya: Ini nani

2) Menguraikan kalimat dengan kata-kata: /ini/ /nani/

3) Menguraikan kata-kata menjadi suku kata: i – ni na – ni

4) Menguraikan suku kata menjadi huruf-huruf, misalnya: i – n – i – n – a – n – i

Disamping itu, dalam penerapan media pembelajaran, guru sebaiknya mempertimbangkan pemilihan metode pembelajaran yang akan digunakan, yaitu sebagai berikut:

  1. Dapat menyenangkan siswa
  2. Tidak menyulitkan siswa untuk menyerapnya
  3. Bila dilaksanakan, lebih efektif dan efisien
  4. Tidak memerlukan fasilitas dan sarana yang lebih rumit

F.Manfaat Media Pembelajaran :

Dengan adanya metode-metode di atas, diharapkan siswa dapat  meningkatkan ketrampilan kemampuan mengakspresikan diri (lisan maupun tertulis). Selanjutnya nantinya siswa juga diharapkan dapat mencapai kemampuan mengungkapkan pendapat, ide gagasan, pengalaman, informasi pesan, menggunakan ejaan dan memanfaatkan unsur-unsur kebahasaan karya sastra dalam menulis.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan :

Setelah membaca dan mempelajari makalah berjudul “Menulis Permulaan ini, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa kemampuan anak untuk mengekspresikan diri (lisan maupun tertulis) dapat dikembangkan melalui pengalaman nyata siswa, yang diungkapkan melalui kegiatan menggambar dan bercerita dengan menggunakan kata-kata dari anak itu sendiri. Kalau anak belum dapat menulis, guru membantu menuliskan apa yang diceritakan siswa.

Dengan kata lain, belajar membaca dan menulis permulaan paling bagus dikembangkan dalam konteks dan menggunakan kata kata siswa sendiri, bukan melalui kata-kata lepas atau kalimat yang dibuat guru atau mengutip dari buku.

B. Kritik dan Saran :

Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, metode-metode tersebut pastilah belum terlaksana secara maksimal, untuk itu penyusun sangat berharap kepada para pendidik atau pun calon pendidik untuk memilih salah satu metode yang cocok dan sesuai untuk diterapkan pada siswa., agar siswa

Menurut penyusun, guru sebaiknya mempertimbangkan pemilihan metode pembelajaran yang akan digunakan sebagai berikut:

  1. Dapat menyenangkan siswa
  2. Tidak menyulitkan siswa untuk menyerapnya
  3. Bila dilaksanakan, lebih efektif dan efisien
  4. Tidak memerlukan fasilitas dan sarana yang lebih rumit

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2000. Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikdasmen.

Purwanto, M. Ngalim dan Djeniah. 1997. Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Rosda Jayaputra.

Komentar
  1. gallo ristvian mengatakan:

    sangat membantu brooowwwww,,, trimaksah/kesuwun/thank you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s