Otak dan Hati

Posted: 4 Agustus 2010 in curhatt, Motivasi, sajak
Tag:, , , ,

Hmmff..

Kuhembuskan nafasku perlahan. Aku terdiam, hatiku ternyata dapat merasakan degup jantungku, merambat, menjalar, terasa sampai ke urat-uratku. Aliran darah dalam nadi pun dapat terasa oleh otakku. Otak hanya melihat semua yang ada. Tak berkata, tak mengeluarkan suara, tak berkomentar apa-apa.

Otak iba pada hati, otak kasian padanya. Seolah otak mengerti semua yang ada pada hati. Seolah otak tahu, senyum yang mulut berikan ke orang-orang ternyata tak sejalan dengan apa yang ada pada hati. Terlalu salut otak pada hati, hingga otak pun merasa hati adalah sosok saudara yang begitu banyak memberikan ia pelajaran akan pengorbanan, yang harus ia jadikan sebagai tauladan.

Hati, kau sungguh mulia, semoga Tuhan meridloimu selalu..

Sungguh, aku tak tega melihat hati. Kasian hati, banyak luka-luka sayatan ditubuhnya. Banyak jahitan-jahitan luka pada dirinya, bahkan luka-luka itu banyak yang masih basah, banyak yang masih mengeluarkan darah. Namun aku salut, ia tak merasa sakit sedikitpun, ia bahkan selalu tersenyum..

Aku penasaran dengan apa yang ada dalam hati. Apa hati punya kekuatan ajaib hingga ia tak merasakan sakit atas semua luka-luka sayat di tubuhnya? Atau luka-luka itu palsu? Darah itu buatan orang, lalu sengaja ia luluhkan pada tubuhnya? Tidak..  Itu luka asli, itu darah segar yang terus mengalir tiada henti..

Dari celah luka sayat yang ada pada hati, otak terus mengamati, ada sesuatu yang mengeluarkan sinar dari dalam hati.. Lalu otak bertanya pada hati, “Benda apa itu hati? Benda itu bercahaya..” Hati pun menjawab dengan tenang. “Hanyalah cahaya kristal biasa..”

Hanyalah cahaya kristal biasa, begitu kata hati. Namun otak menganggap itu adalah hal yang sungguh luar biasa.. Ya, luar biasa !!

Sebentuk hati yang berwujud jelek, banyak sayatan-sayatan dan luka pada tubuhnya, basah terus karena darah terus-terusan mengalir, merembes menembus kasa luka, ternyata di dalamnya terdapat kristal yang berkilauan mengeluarkan cahaya! Woww.. Sungguh fenomenal, otak pun semakin kagum pada hati. Hati pun tersenyum..

Namun ketika otak bertanya lagi pada hati :

“Sebenarnya kenapa kau ini, hati? Tubuhmu terus-terusan mengeluarkan darah namun kau selalu tersenyum? Sungguh aneh.. Apa yang sebenarnya terjadi? bolehkah aku tahu, hati?”

Hati menjawab :

“Tak ada apa-apa, aku baik-baik saja. Ini hanya rahasia antara aku dan Tuhanku. Aku senang kau memperhatikanku, terima kasih otak..”

Begitulah hati menjawab. Otak pun akhirnya mengerti, hati hidup dengan Tuhannya. Ia senang karena Tuhan telah memberinya kristal yang dapat membuatnya selalu tersenyum tanpa merasakan sakit sedikitpun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s