Objek di Tanah

Posted: 28 Juli 2010 in curhatt, sajak
Tag:, , , , ,

Merendah sampai ke tanah. Melihat ke atas, menjulang tinggi menembus batas. Meneteslah air mata merah, melintasi pipi, sampai ke bawah. Begitu sakitnya kah? Hingga objek di tanah bersimbah darah? Tak dapat bertuah mengeluarkan gundah? Mungkin..

Lunglai, lumpuh, bersimbah darah.Bisu, kaku, tak menentu. Menganga. Seperti akan mengeluarkan kata. Tapi sayang, tak bisa. Terlalu pelik, rumit, penuh derita. Luka, perih, sakit. Tertusuk, terjerat, terjebak..

Perhatikanlah. Gersang di tanah, retak di tanah. Tak ada air. Namun kelam. Langit hitam. Seperti akan hujan, namun tak kunjung datang. Sepertinya hanya ilusi. Ya, hanyalah ilusi..

Tak adakah yang ingin menolong? Objek di tanah butuh dotolong. Tak adakah relawan? Objek di tanah rindukan teman. Bergeraklah hati, janganlah kau mati. Tolonglah objek di tanah, jangan biarkan ia mati..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s